6 years of Our Story
Kali pertama kami bertemu di sebuah event pertukaran budaya Jepang-Indonesia antar mahasiswa di Malang selama seminggu.
Hiro kembali datang ke Indonesia dalam kegiatan volunteer pengajar bahasa Jepang selama 1 bulan. Kami bertemu kembali setelah 5 bulan.
Di beberapa hari terakhir sebelum pulang ke Jepang, tiba-tiba Hiro memberikan sebuah hadiah, dan dengan penuh keyakinan mengutarakan perasaannya yang sebenarnya.
Windi yang awalnya sudah menyerah dengan tipikal orang Jepang, tiba-tiba tersentuh dengan alasan yang diutarakan Hiro. Seperti merasa "apakah ini berarti dia sudah menemukan perasaan 'you just know' itu?".
Sambil mencoba meyakinkan hati, Windi yang biasanya tidak bisa memutuskan sesuatu dalam waktu yang singkat, setelah mengutarakan beberapa syarat, saat itu juga memutuskan sesuatu yang menurutnya merupakan keputusan yang besar.
Keesokan harinya Hiro pulang ke Jepang, dan LDR (Long Distance Relationship) kami dimulai.
Kekhawatiran, kecemasan, keraguan, tidak akan lepas dari hubungan LDR. Tapi dengan itu, meskipun sebagian besar hanya berkomunikasi melalui chat, kami juga bisa lebih menjaga hati, menghargai sebuah pertemuan, dan mengerti pentingnya komunikasi untuk saling memahami.
Akhirnya Windi mengunjungi Jepang di Sapporo untuk kali pertama dalam kegiatan internship selama 4 bulan. Setelah sekitar 1 tahun berlalu, akhirnya kami bertemu lagi.
Hiro menyempatkan diri di antara libur akhir tahun, untuk menemui Windi di Sapporo.
Sebelum pulang ke Indonesia, sebagai gantinya Windi memutuskan untuk pergi mengunjungi Tokyo untuk bertemu Hiro.
Momen yang berat karena kami harus LDR lagi sampai waktu yang selanjutnya.
Setelah satu tahun lagi, akhirnya Hiro bisa mengambil libur untuk mengunjungi Windi di Indonesia selama kurang lebih satu minggu saja.
Waktu yang singkat, tetapi apa boleh buat, dan kami memutuskan harus bisa melewati semua ini.
Pada akhirnya Windi menemukan pekerjaan di Kyoto, dan mulai tinggal di Kyoto.
Hiro yang awalnya tinggal di Tokyo, memutuskan untuk pindah domisili ke Kyoto.
Setelah kurang lebih 3 tahun, jarak kami dari 5.620km, hingga menjadi 1km saja.
Momen paling mengharukan di memori perjalanan kami. Dengan Rahmat dan Hidayah Allah SWT. akhirnya Hiro memutuskan untuk mengikrarkan Syahadat, dan terlahir kembali sebagai muslim bernama Abdul Rasyid.
Setelah banyak sekali pembicaraan dan pertimbangan, kami memutuskan untuk mengikat janji pernikahan pada bulan Oktober 2021 ini.
Di masa pandemi dan kami harus pulang ke Indonesia untuk melaksanakan Akad Nikah, merupakan sesuatu yang tidak mudah. Tetapi kita memutuskan untuk tetap berjalan.
Hiro juga harus ke Indonesia sendiri tanpa didampingi orang tuanya. Oleh karena itu, kami juga memutuskan akan mengadakan resepsi pernikahan di Jepang, pada bulan November 2021, untuk semua teman-teman dan kerabat di Jepang.
Cerita kami tidak akan bisa sampai ke titik ini tanpa kehendak Allah SWT. dan dukungan semua orang yang telah hadir di perjalanan kami♡
Sincerely
Hiro & Windi